Kawan ...
Cobalah sejenak kau perhatikan
Sesuatu yang akan ku sampaikan
Tentang cinta dan ketidaksempurnaan
Kawan ...
Hatiku kelu
Setiap ku dengar apa yang kau ucapkan
Tentang negerimu!
Yang kerap kau bandingkan dengan negeri orang
Kawan ....
Ketahuilah
Negerimu juga negeriku
Bagaimana aku bisa
Tak peduli dengan ucapanmu
Yang tak hentinya membandingkan negeriku
Dengan negeri yang di sana kau pernah menginjakkan kakimu
Kawan ...
Benarlah
Sekalipun belum pernah ku pijakkan kaki
Selain di negeriku sendiri
Benarlah
Layaknya katak dalam tempurung
Duniaku tak lebih hanya negeriku sendiri
Namun demikian
Ku tetap tahu keindahan negeri orang
Kawan ...
Selama ini ku mencoba diam
Bukan karena ucapanmu ku benarkan
melainkan pertengkaran tidak ingin ku ciptakan
Kawan ...
Cintakah kau pada negerimu?
Banggakah kau pada tanah airmu?
Bukankah kau tahu
Negerimu jauh dari kata sempurna
Kenapa masih saja kau permasalahkan?
Kawan ...
Cacatnya negeriku
Jangan kau jadikan alasan
Untuk membandingkannya dengan negeri orang
Kawan ...
Apakah dengan membandingkan negeri ini dengan negeri orang
Dapat mewujudkan negeri yang lebih maju?
Apakah dengan menyalahkan orang-orang di atas sana
Dapat mewujudkan negeri yang lebih makmur?
Kawan ...
Jika itu yang kau pikirkan
Maka itu salah
Mereka bukan dewa melainkan manusia biasa
Sama seperti kita
Kawan
Sejenak renungkanlah
Seandainya kau berada di tempat mereka
Berada di posisi mereka
Akan lebih baikkah kamu?
Atau justru sebaliknya?
Bersikap bijaklah kawan
Dengan segala sesuatu yang tidak kamu tahu
Kawan ...
Saat ini bukan waktunya kita saling menyalahkan
Hal itu tidak akan memperbaiki keadaan
Melainkan justru memperburuk keadaan
Kawan ...
Cintamu pada negeri inilah yang dapat menjadi kekuatan
Cintamulah yang akan membawa negeri ini menuju perubahan
Bukan dengan mengumbar kecacatan negeri kita
Bukan pula dengan mengelu-elukan kesempurnaan negeri orang
Kawan ...
Bukan maksudku mengguruimu
Karena ku tahu kau lebih bijak dalam bersikap
Semoga tiada kesalahpahaman
Kawan ....
Aku sangat menghargai negeriku
Tak kan ku biarkan kau membandingkan negeriku
Dengan negeri yang kau elu-elukan di hadapanku
Walaupun negeri yang kau ceritakan layaknya istana
Sementara negeriku hanya gubuk sederhana
Tapi tetap!!
Bagaimanapun adanya negeriku
Negeriku tetaplah tanah airku
Yang akan ku cintai selalu!
Maka inilah bukti cintaku:
Tanah airku tidak ku lupakan
Kan ku kenang selama hidupku
Biarkan aku pergi jauh
Tak akan hilang dari kalbu
Tanah ku yang ku cintai
Engkau ku hargai
Walaupun banyak negeri ku jalani
Yang mahsyur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku rasa senang
Tanah ku yang ku cintai
Engkau ku banggakan
